TryMediaNusantara.com, Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh menekankan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) serta akselerasi transformasi digital dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Aceh Syariah. Langkah ini dinilai krusial agar bank milik daerah tersebut mampu bersaing di kancah nasional.
Dalam arahannya, Gubernur menyampaikan bahwa kepercayaan nasabah adalah aset paling berharga. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bank harus menjadi prioritas utama seluruh jajaran direksi dan komisaris.
Gubernur menggarisbawahi bahwa di era disrupsi saat ini, Bank Aceh Syariah tidak boleh hanya mengandalkan layanan konvensional. Transformasi digital harus menyentuh seluruh lini pelayanan untuk memudahkan masyarakat Aceh dalam bertransaksi.
“Dunia perbankan berubah cepat. Jika kita tidak segera memperkuat ekosistem digital, kita akan sulit bersaing dengan bank-bank nasional lainnya,” tegasnya di depan para pemegang saham.
Selain masalah internal dan teknologi, RUPS kali ini juga membahas peran strategis Bank Aceh dalam menyokong ekonomi kerakyatan. Gubernur meminta agar penyaluran pembiayaan lebih difokuskan pada sektor produktif, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bumi Serambi Mekkah.
Beberapa poin utama yang ditekankan dalam pertemuan tersebut antara lain:
-
Inovasi Produk: Pengembangan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda.
-
Mitigasi Risiko: Penguatan sistem keamanan siber seiring dengan peningkatan layanan digital.
-
Efisiensi Operasional: Optimalisasi sumber daya untuk meningkatkan profitabilitas dan dividen bagi daerah.
Menutup arahannya, Pj Gubernur berharap Bank Aceh Syariah mampu menjadi lokomotif pembangunan ekonomi di Aceh. Dengan tata kelola yang bersih dan teknologi yang mumpuni, bank ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat menyimpan uang, tetapi juga mitra strategis bagi seluruh lapisan masyarakat Aceh.




Tinggalkan Balasan