TryMediaNusantara.com, Tangerang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus mendorong para pedagang di pasar tradisional untuk segera bertransformasi ke sistem digital. Langkah ini diambil agar ekosistem ekonomi kerakyatan di Tangerang tetap relevan dan berdaya saing di tengah gempuran tren belanja daring.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja, Pemkab Tangerang gencar melakukan sosialisasi literasi digital bagi para pelaku usaha mikro. Fokus utamanya adalah penggunaan transaksi nontunai dan pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar.

“Dunia sudah berubah, pola belanja masyarakat juga berubah. Kita ingin pedagang pasar di Kabupaten Tangerang tidak hanya jago jualan secara fisik, tapi juga melek teknologi digital,” ungkap perwakilan Pemkab Tangerang dalam keterangannya.

QRIS Jadi Andalan Salah satu poin utama dalam transformasi ini adalah penerapan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai alat pembayaran utama. Dengan QRIS, pedagang tidak perlu lagi repot menyiapkan uang kembalian, sementara pembeli merasa lebih aman dan praktis karena tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah banyak.

Selain memudahkan transaksi, sistem digital ini juga membantu pedagang dalam mencatat keuangan secara lebih rapi dan transparan.

Menuju Pasar Digital Pemkab Tangerang menegaskan bahwa digitalisasi bukan hanya soal pembayaran. Para pedagang juga didorong untuk mulai masuk ke ekosistem marketplace atau menggunakan aplikasi pesan antar agar tetap bisa melayani pelanggan yang ingin berbelanja dari rumah.

“Pasar tradisional punya keunggulan pada kesegaran produknya. Jika digabungkan dengan kecepatan teknologi, maka ini akan jadi kekuatan ekonomi yang luar biasa,” tambah laporan tersebut.

Dukungan Infrastruktur Untuk mendukung rencana ini, Pemkab Tangerang terus memperbaiki infrastruktur penunjang di area pasar, termasuk akses internet dan pendampingan teknis bagi pedagang yang masih gagap teknologi. Pemerintah berkomitmen akan mendampingi para pedagang hingga mereka benar-benar mahir mengoperasikan perangkat digital.

Dengan transformasi ini, diharapkan pasar tradisional tidak lagi dianggap kumuh atau tertinggal, melainkan menjadi pusat ekonomi yang modern, bersih, dan transparan bagi seluruh lapisan masyarakat Tangerang.