TryMediaNusantara.com, Jakarta – Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama terus mematangkan kesiapan penyelenggaraan haji dengan mendorong transformasi besar-besaran. Fokus utamanya adalah pembinaan jemaah yang kini harus berbasis digital dan berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan.

Transformasi ini dinilai mendesak agar jemaah haji Indonesia semakin mandiri dalam melaksanakan ibadah, sekaligus mendapatkan kemudahan akses informasi melalui teknologi.

Dalam arahannya, Dirjen PHU menegaskan bahwa pola pembinaan konvensional harus mulai diintegrasikan dengan ekosistem digital. Hal ini mencakup penyediaan materi manasik yang interaktif hingga pemanfaatan aplikasi yang memudahkan jemaah memantau jadwal dan tahapan ibadah.

“Dunia sudah berubah, jemaah kita juga semakin akrab dengan teknologi. Maka, pembinaan pun harus adaptif. Kita dorong digitalisasi agar jemaah bisa belajar kapan saja dan di mana saja,” ujar Dirjen PHU dalam keterangan resminya.

Selain aspek teknologi, Dirjen PHU menekankan bahwa konten pembinaan tidak boleh bersifat satu arah atau sekadar formalitas. Pembinaan harus mampu menjawab kebutuhan spesifik jemaah, mulai dari aspek kesehatan, keamanan, hingga tata cara ibadah di tengah kerumunan massa yang padat.

Beberapa poin penting transformasi yang didorong meliputi:

  • Manasik Sepanjang Tahun: Pembinaan tidak hanya dilakukan menjelang keberangkatan, tapi berkelanjutan agar pemahaman jemaah lebih matang.

  • Personalisasi Layanan: Materi pembinaan disesuaikan dengan kategori jemaah, termasuk perhatian khusus bagi jemaah lansia dan disabilitas.

  • Integrasi Data: Memastikan informasi yang diterima jemaah sinkron dengan data di pusat untuk menghindari disinformasi.

Dengan transformasi digital ini, Kemenag berharap indeks kepuasan jemaah terus meningkat. Penguatan pembinaan di hulu diyakini akan mengurangi kendala di hilir, yakni saat jemaah berada di Arab Saudi.

“Target kita adalah jemaah yang mandiri. Jika pembinaannya bagus dan berbasis kebutuhan, jemaah akan lebih tenang dan khusyuk dalam beribadah,” pungkasnya.