TryMediaNusantara.com, Jakarta – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) mencatatkan penurunan tajam pada perdagangan hari ini. Tak tanggung-tanggung, harga emas Antam dilaporkan “ambruk” hingga Rp 50.000 per gram, menandai salah satu koreksi terdalam dalam periode terakhir.

Mengutip data dari situs resmi Logam Mulia, Kamis (9/4/2026), harga satu gram emas Antam kini dibanderol jauh lebih murah dibanding posisi sebelumnya. Penurunan ini pun langsung direspons pasar yang sejak pagi memantau pergerakan komoditas logam mulia tersebut.

“Harga emas hari ini mengalami koreksi signifikan sebesar Rp 50.000. Penurunan ini sejalan dengan dinamika pasar global yang sedang mengalami tekanan,” tulis laporan pasar pagi ini.

Bukan hanya harga jual, harga beli kembali atau buyback oleh Antam juga mengalami terjun bebas. Bahkan, penurunan harga buyback tercatat lebih dalam dibandingkan penurunan harga jualnya. Hal ini tentu menjadi perhatian bagi para investor yang berniat melakukan aksi ambil untung (profit taking).

“Untuk harga buyback juga turun cukup dalam. Ini perlu dicermati bagi pemegang emas yang ingin melakukan penjualan kembali hari ini,” tambah laporan tersebut.

Anjloknya harga emas ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor global. Menguatnya indeks dolar AS serta spekulasi terkait kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menjadi faktor utama yang menekan harga emas di pasar internasional, yang kemudian merembet ke pasar domestik.

Meski demikian, bagi sebagian calon investor, penurunan drastis ini seringkali dianggap sebagai “diskon” besar untuk mulai mengoleksi emas sebagai instrumen lindung nilai (hedging) dalam jangka panjang.

Berikut rincian harga emas Antam hari ini:

  • Emas 0,5 gram: (Harga terbaru)

  • Emas 1 gram: (Harga terbaru – turun Rp 50.000)

  • Emas 5 gram: (Harga terbaru)

  • Emas 10 gram: (Harga terbaru)

Hingga berita ini diturunkan, pergerakan harga emas di pasar spot global masih terpantau fluktuatif. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga secara berkala sebelum melakukan transaksi besar.