TryMediaNusantara.com,Bandung – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bandung terus tancap gas dalam melakukan inovasi. Tak hanya fokus pada dakwah konvensional, IPARI kini memperkuat komitmennya dalam dakwah digital dan konsep ‘Ekoteologi’ atau dakwah berwawasan lingkungan.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk adaptasi para penyuluh agama terhadap perkembangan zaman. Sinergi dan inovasi menjadi kunci utama IPARI Kabupaten Bandung dalam menjalankan fungsi edukatif, informatif, dan konsultatif kepada masyarakat.

“Penyuluh agama saat ini harus melek teknologi. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan mimbar fisik, tapi juga harus menguasai mimbar digital,” ujar perwakilan IPARI Kabupaten Bandung dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).

Selain urusan digital, satu hal yang menarik perhatian adalah penguatan konsep Ekoteologi. IPARI menilai isu lingkungan hidup merupakan bagian tak terpisahkan dari ajaran agama. Para penyuluh kini didorong untuk menyisipkan pesan pelestarian alam dalam setiap kegiatan dakwahnya.

“Ekoteologi adalah upaya kita mengajak umat untuk kembali mencintai alam. Menjaga lingkungan adalah bagian dari iman, dan inilah yang sedang kita masifkan di Kabupaten Bandung,” lanjutnya.

Sinergi antara IPARI dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung juga terus dipererat. Hal ini bertujuan agar seluruh program kerja dapat terintegrasi dengan baik dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.

Para penyuluh diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan solusi atas masalah keagamaan maupun sosial yang terjadi di lapangan. Dengan sentuhan inovasi, pesan-pesan keagamaan diharapkan bisa lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

“Kami ingin kehadiran IPARI benar-benar dirasakan sebagai pelayan umat yang modern, namun tetap menjaga nilai-nilai luhur agama,” pungkasnya.

Program-program inovatif ini pun disambut baik oleh berbagai pihak. Ke depan, IPARI Kabupaten Bandung berencana untuk terus meningkatkan kapasitas anggotanya melalui berbagai pelatihan teknologi informasi dan kajian lingkungan berkelanjutan.