TryMediaNusantara.com, Madiun – Badan Pusat Statistik (BPS) bersiap menggelar hajatan besar sepuluh tahunan, Sensus Ekonomi (SE) 2026. Dalam pelaksanaan kali ini, BPS memberikan perhatian khusus pada perkembangan ekonomi digital yang kian masif, di samping tetap menyasar sektor usaha mikro dan konvensional.

Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Aziz, mengungkapkan bahwa seluruh jenis usaha tanpa terkecuali akan masuk dalam radar pendataan. Hal ini dilakukan untuk memotret kondisi ekonomi secara utuh.

“Semua kegiatan usaha yang menghasilkan barang dan jasa akan kami data. Mulai dari usaha mikro, kecil, hingga besar. Baik yang konvensional maupun digital,” ujar Aziz dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Aziz menambahkan, tren ekonomi digital menjadi salah satu poin krusial dalam sensus tahun ini. Menurutnya, banyak aktivitas ekonomi berbasis online yang selama ini belum terpetakan dengan detail.

“Perkembangan ekonomi digital menjadi salah satu perhatian utama. Kami ingin melihat sejauh mana transformasi digital ini berdampak pada perekonomian di daerah,” lanjutnya.

Sensus Ekonomi 2026 ini diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat dan berkualitas. Data tersebut nantinya akan menjadi “kompas” bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat sasaran.

Selain menyasar pelaku usaha besar, BPS juga memastikan pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) mendapatkan porsi pendataan yang mendalam. Hal ini sejalan dengan posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Madiun turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan SE2026. Sinergi antara pemerintah daerah dan BPS diharapkan mampu menggali potensi ekonomi daerah yang selama ini belum teroptimalkan.

“Mari bersama-sama kita jaga kualitas data statistik agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran dan membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkas Aziz.

Sebagai informasi, Sensus Ekonomi merupakan agenda rutin BPS yang dilaksanakan setiap tahun yang berakhiran angka enam. Data yang dihasilkan akan digunakan sebagai landasan perencanaan pembangunan ekonomi nasional untuk satu dekade ke depan.