TryMediaNusantara.com – Meta, perusahaan induk yang menaungi Facebook dan Instagram, kembali melakukan langkah drastis dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawannya. Kebijakan efisiensi ini menyasar berbagai divisi di dalam perusahaan sebagai upaya untuk menekan lonjakan biaya operasional. Langkah ini diambil di tengah ambisi besar perusahaan untuk terus memperkuat posisinya di industri teknologi global melalui berbagai inovasi terbaru.
Pemicu utama dari gelombang PHK ini adalah investasi besar-besaran yang digelontorkan Meta ke sektor kecerdasan buatan (AI). Perusahaan memproyeksikan total pengeluaran mereka bisa menyentuh angka fantastis, yakni antara US169 miliar pada tahun 2026. Fokus pada pengembangan AI ini menguras sumber daya finansial perusahaan, sehingga manajemen merasa perlu melakukan penyesuaian struktural demi menjaga stabilitas keuangan.
Selain beban investasi infrastruktur, Meta juga menghadapi tekanan biaya dari sisi sumber daya manusia. Perusahaan diketahui harus merogoh kocek sangat dalam untuk memberikan kompensasi besar demi menggaet talenta-talenta AI kelas dunia. Persaingan ketat dalam memperebutkan ahli kecerdasan buatan ini membuat biaya gaji dan tunjangan meningkat signifikan, yang pada akhirnya berdampak pada pengurangan tenaga kerja di divisi lain yang dianggap kurang prioritas.
Pemangkasan ini dilaporkan menyasar unit-unit penting, termasuk Reality Labs yang fokus pada metaverse, tim media sosial, hingga divisi rekrutmen. Meski sempat beredar kabar bahwa pemangkasan akan mencapai 20% dari total karyawan, gelombang kali ini disebut tidak sebesar rencana awal tersebut. Hingga akhir tahun lalu, Meta tercatat masih memiliki hampir 79.000 karyawan yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Manajemen Meta menegaskan bahwa restrukturisasi merupakan bagian rutin dari operasional perusahaan untuk memastikan setiap tim berada pada posisi terbaik dalam mencapai target. Pihak perusahaan menyatakan akan berupaya mencarikan peluang lain di internal bagi karyawan yang posisinya terdampak. Melalui langkah ini, Meta berharap dapat lebih lincah dalam menghadapi transisi teknologi menuju era kecerdasan buatan yang semakin dominan.




Tinggalkan Balasan