TryMediaNusantara.com, Timor Tengah Utara (TTU) – Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.Ip., M.A., secara resmi menandatangani kesepakatan bersama (MoU) dengan Bank NTT pada Jumat, 13 Maret 2026. Pertemuan strategis ini dilangsungkan di Kantor Pusat Bank NTT, Kupang, bersama Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus. Dalam momen tersebut, Bupati yang akrab disapa Falent ini menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mendukung Bank NTT sebagai bank pembangunan daerah yang menjadi pilar ekonomi lokal.

Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang saling menguntungkan, baik bagi pertumbuhan bisnis Bank NTT maupun bagi penguatan tata kelola pemerintah daerah. Bupati Falent mengharapkan, kiranya dengan kerjasama tersebut dapat membawa dampak baik untuk Bank NTT sendiri maupun pemerintah daerah. Senada dengan hal tersebut, Dirut Bank NTT, Charlie Paulus menjelaskan, Bank NTT berkomitmen untuk terus memberikan support maupun kerjasama dengan yang baik dengan semua pemerintah daerah, dalam hal ini Pemda Kabupaten TTU.

Implementasi digitalisasi menjadi fokus utama dalam kesepakatan ini melalui penguatan program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Langkah ini diambil untuk mendorong transaksi non-tunai guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta efisiensi anggaran dengan mengedepankan prinsip transparansi dan keamanan. Kabag Tata Pem Setda TTU, Ireneus Abi, S.STP. M.Si menjelaskan, ruang lingkup Kesepakatan bersama tersebut meliputi digitalisasi non-tunai yang bertujuan meminimalisir risiko penggunaan uang tunai dalam birokrasi.

Selain ETPD, aspek operasional keuangan akan diperkuat melalui sistem Cash Management System (CMS) dan penerapan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD). Teknologi ini akan mempermudah berbagai transaksi elektronik, mulai dari penyaluran dana desa, pembayaran gaji pegawai, hingga pengelolaan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) secara daring. Penggunaan KKPD secara khusus diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas belanja daerah sehingga setiap pengeluaran negara dapat terdokumentasi dengan lebih tertib dan efisien.

Terakhir, kolaborasi ini mencakup optimalisasi pemungutan pajak dan retribusi melalui layanan perbankan digital guna mempermudah akses pelayanan bagi masyarakat luas. Dengan sistem yang terintegrasi, seluruh penerimaan daerah dipastikan tercatat secara akuntabel dan real-time. Melalui penyediaan berbagai produk jasa perbankan lainnya, Bank NTT dan Pemda TTU berupaya menciptakan tata kelola keuangan yang modern dan sesuai dengan koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.