TryMediaNusantara.com, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat PAUD resmi meluncurkan Lomba Bahan Ajar Digital Interaktif PAUD 2026 pada Rabu, 11 Maret 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap tantangan era revolusi industri 4.0 yang menuntut ketersediaan konten edukasi bermutu, inklusif, dan relevan bagi generasi yang akrab dengan teknologi sejak lahir. Direktur PAUD pada Direktorat Jenderal PAUD Dasmen Kemendikdasmen, Nia Nurhasanah, menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran saat ini bukan cuma pilihan, melainkan kebutuhan yang harus diadaptasi oleh sistem pendidikan nasional. Menurutnya, anak-anak masa kini lahir dan tumbuh di tengah lingkungan yang sarat teknologi sehingga stimulasi pada masa usia emas atau golden age perlu dikemas secara inovatif agar tetap menarik sekaligus edukatif.

Kompetisi yang mengusung tema inovasi pembelajaran digital untuk PAUD bermutu dan berkarakter ini membuka tiga kategori karya, yaitu buku digital interaktif, video interaktif, dan gim edukasi. Fokus utama pengembangan konten diarahkan pada pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics) guna mengasah kemampuan pemecahan masalah sejak dini melalui kegiatan pengamatan dan rancang bangun yang fungsional. Terkait hal ini, Nia Nurhasanah menjelaskan bahwa karakter murid saat ini merupakan digital native sehingga bahan ajar digital perlu disiapkan sesuai dengan karakteristik tersebut, namun tetap dikelola secara bijak. Teknologi, menurutnya, tidak boleh menggantikan interaksi sosial secara langsung maupun aktivitas sensomotorik yang sangat penting bagi perkembangan holistik anak.

Lomba ini dapat diikuti oleh individu maupun kelompok yang terdiri dari maksimal tiga orang, dengan syarat peserta merupakan WNI berusia minimal 17 tahun yang berprofesi sebagai pendidik atau tenaga kependidikan. Salah satu prasyarat utama pendaftaran adalah kewajiban peserta untuk memanfaatkan serta mendokumentasikan penggunaan bahan ajar dari portal Ruang Murid di Rumah Pendidikan dalam proses belajar mengajar. Selain itu, aspek pedagogi menjadi poin krusial dalam penilaian, di mana karya harus berpusat pada anak serta mengacu pada Capaian Pembelajaran fase fondasi. Praktisi pendidikan Ahmad Zaki Habibi, menjelaskan bahwa bahan ajar yang dikembangkan harus mampu menumbuhkan emosi positif pada anak sehingga mereka terdorong untuk mengeksplorasi materi pembelajaran secara mandiri.

Secara teknis, proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi PAUDPEDIA dengan tahapan yang dimulai dari registrasi akun hingga pengunggahan proposal ide beserta dokumen administrasi seperti pakta integritas. Penjaringan ide akan dibuka hingga 17 April 2026, yang kemudian akan dilanjutkan dengan lokakarya pengembangan purwarupa pada periode Mei hingga Juli bagi peserta yang terpilih. Karya yang diajukan harus orisinal, bebas dari unsur SARA maupun konten komersial, serta dirancang agar mudah diakses baik secara daring maupun luring oleh pengguna dengan literasi digital dasar. Panitia juga menyediakan layanan konsultasi melalui WhatsApp untuk membantu peserta selama proses pengembangan karya.

Pemerintah berharap kompetisi ini dapat memperkaya ekosistem digital nasional secara berkelanjutan, bercermin pada kesuksesan tahun lalu yang menghasilkan 56 karya terbaik. Sebagai bentuk apresiasi, Kemendikdasmen menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan senilai Rp15 juta untuk juara pertama, Rp12 juta untuk juara kedua, serta penghargaan bagi juara favorit dan hadiah Rp5 juta bagi juara inspiratif. Pengumuman pemenang dijadwalkan akan berlangsung pada 5 Oktober 2026 melalui kanal media sosial PAUDPEDIA. Melalui inisiatif ini, diharapkan ketersediaan sumber belajar digital yang berkualitas dan inklusif bagi anak-anak di seluruh pelosok Indonesia dapat terus meningkat.