TryMediaNusantara.com, Manado – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud untuk mempercepat perluasan transaksi digital di wilayah perbatasan. Melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), sinergi ini difokuskan pada transformasi sistem transaksi pemerintah daerah guna memastikan efisiensi layanan publik di daerah terluar. Upaya ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi finansial tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Capaian digitalisasi di Kabupaten Kepulauan Talaud menunjukkan progres yang sangat positif dengan skor Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) mencapai 98,00 persen. Kepala BI Sulut, Joko Supratikto, mengungkapkan bahwa prestasi ini menempatkan Talaud di peringkat kelima dari 70 kabupaten di wilayah Sulawesi pada semester II tahun 2025. Angka tersebut mencerminkan kesiapan infrastruktur dan adaptasi birokrasi di Talaud dalam mengadopsi sistem keuangan berbasis elektronik yang lebih transparan dan akuntabel.
Kesuksesan transformasi digital ini sangat bergantung pada komitmen kepemimpinan dan integrasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan instansi terkait. BI berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan guna mendorong kesejahteraan masyarakat Talaud melalui sistem ekonomi yang lebih inklusif. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap unit kerja pemerintah memiliki keselarasan visi dalam mengimplementasikan kebijakan digitalisasi secara menyeluruh hingga ke pelosok desa.
Bupati Kepulauan Talaud, Welly Tita, memberikan apresiasi tinggi kepada BI Sulut atas dukungan strategis yang diberikan bagi wilayahnya yang berbatasan dengan Filipina. Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan bank pengelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) untuk menciptakan ekosistem keuangan yang modern. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan digitalisasi ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan memperkuat tata kelola keuangan di gerbang utara Indonesia.




Tinggalkan Balasan