TryMediaNusantara, 12 Maret 2026, Malang –Perkembangan pesat kecerdasan artifisial (AI) secara global telah mendorong berbagai organisasi di Indonesia untuk mempercepat transformasi digital. Fenomena ini menciptakan urgensi tinggi terhadap ketersediaan talenta digital yang kompeten di bidang AI. Menanggapi tantangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menginisiasi program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF). Langkah strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, sektor industri, dan akademisi untuk mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing di era teknologi.

Pada Rabu (11/3/2026), Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) resmi menjadi tuan rumah pembukaan Workshop 1 AITF 2026 yang digelar secara hybrid. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan penting, termasuk Rektor UB, Prof. Widodo, serta pejabat dari BPSDM Komdigi. Program tahun ini menandai ekspansi signifikan dibandingkan tahun 2025, di mana kepesertaan kini mencakup tiga perguruan tinggi negeri besar, yaitu UB, ITS, dan UGM. Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital, Said Mirza, menekankan bahwa program ini dirancang agar SDM Indonesia mampu menghadapi dinamika teknologi yang masif. Beliau menyatakan:

Artificial Intelligence saat ini menjadi salah satu pendorong utama transformasi digital global. Oleh karena itu, Indonesia perlu menyiapkan talenta yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu merancang serta menerapkan solusi AI untuk menjawab berbagai tantangan nyata di masyarakat,” ujarnya.

Peningkatan skala program AITF 2026 terlihat jelas dari lonjakan jumlah peserta yang mencapai 98 mahasiswa, meningkat drastis dari hanya 34 peserta pada tahun sebelumnya. Rektor UB, Prof. Widodo, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi lintas sektor ini karena penguasaan AI dianggap sebagai pilar kekuatan ekonomi sebuah bangsa di masa depan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya Indonesia menjadi pemain aktif dalam kancah teknologi global:

“Negara yang menguasai teknologi digital dan kecerdasan artifisial akan memiliki kekuatan ekonomi yang besar di masa depan. Karena itu, pengembangan talenta digital menjadi hal yang sangat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta dan pengembang teknologi,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan Workshop 1 ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris BPSDM Komdigi, Ir. I Nyoman Adhiarna, yang menyoroti peran AI sebagai fondasi inovasi di berbagai sektor publik seperti kesehatan dan pendidikan. Program AITF mengusung pendekatan berbasis use case, di mana mahasiswa ditantang untuk menciptakan solusi praktis atas permasalahan nyata yang dihadapi pemerintah maupun masyarakat luas. Mengenai harapan dari program ini, beliau menyampaikan:

“Kami berharap melalui program ini lahir berbagai inovasi berbasis AI yang tidak hanya meningkatkan kapasitas talenta digital Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” ungkapnya.

Sebagai tahap awal dari rangkaian beberapa bulan ke depan, para peserta Workshop 1 mulai mempresentasikan progres proyek mereka, mulai dari kurasi data hingga pengembangan pipeline sistem AI. Melalui ekosistem kolaboratif ini, diharapkan muncul generasi inovator digital yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dalam menghadirkan solusi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.