TriMediaNusantara.com, Jambi – Digitalisasi kebudayaan memegang peranan vital di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI). Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menekankan bahwa kekayaan data budaya merupakan pilar utama dalam ekosistem data yang menyokong kemajuan teknologi digital saat ini.
Dalam acara Penandatanganan Naskah Kerja Sama di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta Pusat, Selasa (10/03/2026), beliau menyatakan: “Di zaman artificial intelligence ini data menjadi sangat penting dan kebudayaan adalah bagian dari semesta data itu.”
Wamen Nezar memaparkan bahwa melalui proses digitalisasi, berbagai aset budaya mulai dari karya seni, tradisi, hingga pengetahuan lokal yang sebelumnya terbatas, kini dapat diakses secara luas oleh publik maupun akademisi. Hal ini dianggap sangat strategis mengingat Indonesia memiliki kekayaan historis dan peradaban yang sangat panjang.
“Melalui digitalisasi kita bisa mendokumentasikan dan memperkenalkan karya, tradisi, dan pengetahuan budaya sehingga lebih mudah diakses melalui platform digital,” ungkapnya. Dengan demikian, data kebudayaan tidak lagi sekadar arsip statis, melainkan aset pengetahuan untuk riset dan inovasi teknologi masa depan.
Tren global dalam pengarsipan digital pun turut disoroti, seperti kolaborasi Universitas Oxford dan UNESCO dalam merekonstruksi situs Palmyra di Suriah. Oleh karena itu, sinergi antara Kementerian Kebudayaan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital diharapkan mampu mengakselerasi pendigitalan artefak nusantara. Wamen Nezar menegaskan: “Teknologi harus menjadi sarana untuk menjaga sekaligus memperkenalkan kejayaan budaya bangsa kepada generasi masa kini dan masa depan.”




Tinggalkan Balasan